Selasa, 06 Maret 2012

Vector Potrait

belajar membuat vector wajah dengan menggunakan corel draw x4. sebagai model beberapa teman di tribun.

mas giri
'redaktur kota'
tribun jambi







mas yon
ex kordinatur liputan
tribun jambi




kang cecep
pemimpin redaksi
tribun jabar

Selasa, 28 Februari 2012

Potret Stencil

mencoba potret stencil dengan meniru gaya poster "hope" obama' karya dari desainer grapis kontemporer asal amerika, Shepard Fairey
maria avendias (kekasih)








pak budi (dosen)








mbak irvi (bos)
pak karno (presiden)

Senin, 09 Januari 2012

Hasta Siempre Comandante Che Guevara

Nama : Ernesto Guevara Lynch de La Serna
Lahir : Rosario, Argentina, 14 Juni 1928
Meninggal : Bolivia, 9 Oktober 1967 (Pada umur 39 tahun)
Penganut paham Marxisme yang terkenal karena keganasannya, penampilan yang romantis, gaya yang menarik, sikap tak kenal kompromi dan penolakan atas penghormatan berlebihan atas semua reformasi murni dan pengabdiannya untuk kekejaman dan sikapnya yang flamboyan. Menjadi idola para pejuang revolusi dan bahkan kaum muda generasi tahun 1960-1970 atas tindakan revolusi yang berani, yang tampak oleh jutaan pemuda sebagai satu-satunya harapan dalam perombakan lingkup borjuis kapitalisme, industri dan komunisme.

                                                   che dalam wpap oleh primaditya yudistira


1947, Che belajar ilmu kedokteran di Universitas Buenos Aires karena tertarik memperdalam penyakit asma yang telah dideritanya sejak kecil.
1949, Che memulai perjalanan panjangnya yang pertama, menjelajahi Argentina Utara dengan bersepeda motor. Itu juga menjadi pertama kalinya ia bersentuhan langsung dengan orang miskin dan sisa suku Indian.
1951, (Setelah ujian tengah semester) Che melakukan perjalanan yang lebih panjang bersama Alberto Granado (1922-2011). Mereka mengunjungi Amerika Selatan, Chilli, Peru, Kolombia, Venezuela hingga Miami. Selama perjalanan itu Che menuliskan kisahnya dalam catatan harian yang kemudian diterbitkan dalam sebuah buku dengan judul Diarios de motocicleta.
1954, Che bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Umum di Meksiko. Di sanalah awal pertemuannya dengan Fidel dan Raul Castro.


                                                   
                                    che dalam stencil di tembok kamar mess oleh primaditya yudistira


1956, Che bersama pejuang revolusi Kuba mulai menyerbu Kuba. Awalnya ia hanya sebagai dokter perang dan kemudian sebagai komandan tentara revolusioner yang paling agresif dan pandai dan paling berhasil dari semua pemimpin gerilya dan yang paling bersungguh-sungguh memberikan ajaran Lenin kepada anak buahnya.
1959, Revolusi Kuba meraih kemenangan. Che menjadi orang kedua setelah Fidel Castro dalam pemerintahan baru Kuba dan yang bertanggung jawab menggiring Castro ke dalam komunisme yang menuju komunisme merdeka bukan komunisme ortodoks ala Moskwa.
1965, Che berniat membantu pemberontakan Kinshasa di Kongo menjadi sebuah revolusi komunis dengan taktik gerilya Kuba. Bahkan ia mengirim 120 sukarelawan terlatih Kuba ke Kongo. Namum karena sikap para pemberontak Kinshasa yang tidak berjuang dengan sungguh-sungguh dalam melawan kekejaman Belgia, Che meminta Castro untuk menarik mundur bantuan Kuba itu.
1966, Che pergi ke Bolivia, menyamar sebagai Adolfo Mena González, pengusaha dari Uruguay. Penampilannya pun diubah dengan kepala yang botak di bagian depan dan sedikit uban. Di sana Che bergabung dengan pasukan gerilya.
1967, Pada 8 Oktober, Che tertangkap tentara Bolivia. Rambutnya kusut dipenuhi debu, pakaiannya robek-robek, kakinya terluka di selimuti kain, badannya cekung. Namun tak sedikit pun rasa takut tersimpan di matanya. Che memandang tegak, menantang setiap tentara bolivia di depannya. Bahkan ia sempat meludahi seorang Laksamana tentara Bolivia yang menendangnya ke dinding.
Che ditembak mati sehari setelah itu. 

                                                che pada ilustrasi digital oleh primaditya yudistira


Banyak Puisi, banyak lagu, banyak gambar dari setiap seniman untuk Che. Buku catatan harian sepeda motornya diterjemahkan dalam bahasa Inggris, berjudul The Motorcycle Diaries, pada 1996. Lalu difilmkan dengan judul yang sama pada 2004. Film kisah revolusinya, Part 1: The Argentine dan Part 2: Guerrilla dirilis pada 2008.



Jumat, 16 Desember 2011

romper stomper (1992)

Dibintangi Russell Crowe, Daniel Pollock dan Jacqueline McKenzie.
Bercerita tentang geng skinhead nazi di melbourne yang sering menyerang orang Vietnam yang lewat disekitar karena dianggap merusak kemurnian ras.
Hando (Russell Crowe), pemimpin geng bertemu Gabe (Jacqueline McKenzie), wanita penderita epilepsi di sebuah Pub. Sejak saat itu Gabe yang sering mendapat pelecehan seksual dari ayahnya bergabung dengan skinhead.

Suatu ketika terjadi perkelahian berdarah saat Skinhead menemukan Pub tempat mereka berkumpul dibeli oleh kelompok Vietnam. Namun karena kalah jumlah, Skinhead terdesak, bahkan harus pergi jauh meninggalkan markas yang telah dibakar oleh kelompok Vietnam.
Skinhead akhirnya menguasai gudang yang sebelumnya ditinggali 2 hippies. Disanalah Skinhead tinggal dan menyusun kekuatan untuk membalas dendam.

Sifat Hando yang keras membuat perpecahan di dalam geng. Gabe keluar dari geng, begitu pula Davey (Daniel Pollock), salah satu pentolan geng. Setelah Gabe dan Davey pergi dari gudang, tiba-tiba polisi datang untuk menggrebek geng.
Saat polisi mengepung, Bubs, Skinhead termuda menodongkan pistol mainan ke arah polisi. Polisi pun menembak mati Bubs dan menangkap lainnya.

Hando, Gabe, Davey,

Hando berhasil lolos dan mencari Davey di rumah nenek Davey. Di sana Hando tak hanya mendapati Davey tapi juga Gabe. Hando menuduh Gabe melaporkan gudang persembunyian geng pada polisi. Namun Davey berhasil meyakinkan Hando dengan alibi bahwa ia bersama Gabe sepanjang hari.
Mereka tahu bahwa polisi akan segera menangkap mereka. Dan Hando punya rencana kabur ke tempat yang jauh. Davey dan Gabe setuju. Mereka bertiga pun melakukan perjalanan siang malam menggunakan mobil curian.

Mereka sampai di sebuah pantai. Di sana terjadi salah paham. Gabe mengira Hando dan Davey akan menghianatinya. Lalu ia membakar mobil dan itu membuat Hando marah. Gabe juga mengaku bahwa dialah yang sebenarnya melaporkan persembunyian geng kepada polisi.
Hando semakin naik pitam, ia berusaha membunuh Gabe. Namun Davey membela Gabe dengan menusukkan pisau ke leher Hando.
Film berakhir dengan Hando yang sekarat dan berdarah tergeletak di pantai diiringi alunan musik berjudul 'The Dead Nazi March'...






Sabtu, 07 Mei 2011

lirik menahemana - the panas dalam

Apakah ini..namanya..bila ku merasa..
Dilanda bermilyar..rasa..saling meronta..
Serasa hujan..airi..kemarau yang panjang..
Maka hidup baru kini..di lembah yang lengang..

Sehebat apa pun, di rundung begini,
Lenyaplah..diri ku..
Mampuslah..benak ku..

hmmm...malam2 aku temui kamu,
Getar menjalari seluruh tubuh ku,
Kepala batu, mencair membasahi surat mu,
Menguap, menjadi gerimis, menyiram kemarau..

Hebatlah engkau, ini, menjinakan aku..
Ada pada sgala arah, ku seru nama mu..
Apakah sebab diri mu, indah begitu..
Menempatkan aku, pada rindu melulu..

Bagaimana pun, engkau kepadaku..
Tak perlu ku tau, urusan dirimu..

Bagaimana pun, aku kepada mu..
Pastilah, kau tau, urusan diri ku..

Bagaimana pun, engkau kepadaku..
Tak perlu ku tau, urusan dirimu..

Bagaimana pun, engkau kepadaku..
Tak perlu ku tunggu, urusan dirimu..

hmmm..malam2 aku menanti,
Pacar yang kudapatkan..

Rabu, 04 Mei 2011

kartun strip polisi

Satu diantara anggota Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Gorontalo mendadak terkenal di dunia maya setelah lip sync lagu Indianya beredar luas di internet lewat YouTube dan jejaring sosial..
Dialah Briptu Norman Kamaru yang seolah-olah ingin mengubah
paradigma bahwa pihak kepolisian tidaklah selalu garang, tapi juga bisa melucu dan menghibur..
S
etelah video aksi kocaknya yang ia rekam di pos brimob saat jam kerjanya itu semakin membooming, ia pergi ke Jakarta untuk memenuhi panggilan Kapolri, Jendral Timur Pradopo..
Bukan hukuman yang ia terima di sana, melainkan sambutan meriah dan berbagai kemewahan ia dapatkan..
Selama hampir seminggu ia mengisi acara di hampir semua stasiun televisi ibu kota Indonesia Merdeka..

Hal inilah yang menjadikan ide buat saya dalam menyelesaikan kerjaan h
arian, mengisi kolom kartun sebuah koran lokal di Jambi, Sumatera, Indonesia Raya merdeka..
Cekicrooott..Safaratoz..



Sabtu, 16 April 2011

Maria


Wahai Maria, malam ini, aku akan mangejar mu hingga dekat prapatan..prapatan yang diatur oleh lampu merah itu tidak hanya ada lampu merah tapi juga ada lampu hijo dan kuning..kuning seperti gigi orang orang yang melewati jalan itu..jalan yang rame kalo siang dan sepi kalo malam..jalan yang tidak ada sungai yang membelah jalan..disana yang ada hanya selokan dekat aku jatuh terjungkal di depan bank..

Aku malu karena aku jatuh tapi tak terluka, adalah mereka teman teman ku yang menghina ku dengan berkata "kecelakaan kok gak luka..?" tapi aku senang karena yang terluka adalah teman ku..teman ku yang bawa motor sehingga aku harus membawa beras dan telor..aku senang karena melihat ia terluka namun masih bisa tertawa..tapi aku sedih karena harus mengganti kerusakan motor yang jatuh bersama dengan ku di jalan dekat prapatan itu..

Malam ini, cuaca disana tenang karena ini sudah malam..oleh sebab itu ak ingin pergi kesana ke tempat dimana ada Maria..terlebih pula perut ku yang sudah lapar, ak sangat ingin bertemu dengannya..disana akan ku lihat Maria berjejer tidur kering agak basah di dalam kaca..tidur kering agak basah dengan mulut mengaga..

Oh maria, tunggu lah aku sampai di sana..memesan mu agak lebih garing..dan penjual mu tentunya sudah tau, bila ak kesana yang ku pesan adalah lele garing dengan bawang goreng..karena dulu, hampir tiap malam aku pesan disana..sambil membawa koran dan meninggalkannya untuk penjual mu..itu lah sebab na saat harga pecel lele naik, tapi aku tetap membayar dengan harga lama..itu semua karena koran..koran yang ku beri cuma cuma kepada penjual mu..

Tapi Maria, sepertinya malam ini aku harus membayar mu dengan harga yang baru..aku sudah tidak pernah lagi mendatangi mu di sana semenjak aku punya beras, tempe, minyak goreng dan rice cooker sendiri..dan itu membuat ku gak pernah nyetor koran lagi kepada penjual mu..
Oh Maria, selama berbulan bulan aku telah merindukan mu..dan malam ini aku akan datang pada mu lagi..

Maria, pecel lele ku tercinta..